Pisces yang Selalu Ingin Sendiri dan Jago Lari (dari Kenyataan) #KataZodiakmu

Merujuk pada penelitian dari psikolog bernama Bertram Forer, salah satu alasan kebanyakan orang percaya zodiak adalah karena kita cenderung mempercayai hasil-hasil ramalan yang bernada positif. Namanya manusia memang selalu senang mendengar hal-hal positif tentang dirinya ketimbang yang bernada negatif. Itulah kenapa kebanyakan ramalan atau ulasan zodiak mengobral pernyataan-pernyataan yang akan membuat pembacanya merasa unik dan punya banyak kelebihan.

Masalahnya, kita harus adil sejak dalam pikiran. Dalam rangka campaign #kononkatanya,  disini ingin menguji kecil-kecilan teori Forer di atas dengan membuat seri #GanyangZodiakmu. Saya akan menjelma orang paling jujur dengan lidah paling pedas sedunia, mengungkap sisi negatif dari tiap-tiap zodiak. Kita lihat seberapa batinmu tahan mendengarnya. Sebagian dari kamu mungkin akan muak dan tidak lagi percaya zodiak, ya ndak apa-apa. Untuk yang tetap percaya, mudah-mudahan bisa jadi bahan introspeksi diri.

1. Di dunia ini apa yang paling ditakuti Pisces? Realitas

Sebagaimana ikan yang kebergantungan akan habitatnya begitu tinggi untuk sekadar bernapas, seorang Pisces seakan punya dunia yang berbeda dengan orang lain. Imajinasi dan pengembangan perasaan-perasaan mereka yang melanglang buana itu membuat mereka suka asyik dengan dirinya sendiri.

Sementara dunia nyata dan kenyataan-kenyataan pahit terlalu keras bagi Pisces. Alhasil, mereka kerap megap-megap jika harus singgah di dunia nyata. Itu kenapa seringkali mereka lari dari kenyataan, menghindari satu masalah ke masalah yang lain. Terkadang Pisces disebut penakut, bukan pada preman Tanah Abang, jumpscare film horor, atau suharto, tapi pada realitas.

2. Pisces mungkin tidak perlu ramalan cuaca, bagi mereka hampir tiap jamnya adalah mendung

Gambaran stereotip Pisces:

Mudah ditemukan di pojok-pojok ruangan atau tempat remang-remang sedang menunduk murung sembari bergalau mendengarkan lagu-lagu Adele, My Chemical Romance, Armada, dan Didi Kempot. Kemudian mereka mengosongkan foto profil media sosialnya atau mengunggah potongan bait puisi yang sedu.

Oke, tidak seklise itu mungkin. Tapi Pisces dipercaya sangat emosional dalam ekpresi yang tertutup (beda dengan Cancer). Perasaan mereka dua langkah lebih depan dari logikanya. Mereka meratapi segalanya, menikmati itu (wow!) dan tidak ada yang peduli karena ia tidak cerita ke siapa-siapa.

Andai berlarut-larut, Pisces bisa kehilangan kontrol atas dirinya sendiri. Seumpama ikan-ikan yang menenggelamkan dirinya pada kesedihan dan mimpi-mimpinya lalu membiarkannya hanyut sampai entah kemana.

3. Sedih itu hak, tapi Pisces dalam banyak situasi sering terlalu keras meyakinkan dirinya sebagai korban atas kesalahan yang entah apa

Dibanding zodiak lain, kalau dipikir-pikir sisi negatif Pisces ini seharusnya tidak terlalu menganggu kita semua (lain dengan Gemini atau Aries misalnya). Kebanyakan dari mereka bermasalah dengan dirinya sendiri. Oh mereka berurai air mata, ya biarkan saja. Oh, mereka mulai men-deactive-kan media sosialnya, ya cukup tahu.

Tapi golongan Pisces yang terburuk adalah mereka yang terjerumus dalam logika playing victimdan melemparkan kesalahan pada orang lain. Kendati ia tidak mengungkapkannya dan melakukan apapun untuk membalasnya.

Karena kemampuan Pisces memendam luka itu luar biasa. Sayangnya, memendam tidak berarti melupakan. Jangan kaget jika seorang Pisces masih mengingat kesalahan yang pernah kamu lakukan di kelas dua SD, bahkan meski kamu saja lupa pernah mengenalnya.

Mau tahu bagaimana zodiak-zodiak lainnya diganyang dan kena cibir juga? Tunggu kelanjutan zodiak lainnya di post selanjutnya !

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started